Penjelasan :
Beredar sebuah informasi di platform TikTok yang mengklaim bahwa vaksin mengandung enzim Luciferase yang disebutkan dapat digunakan sebagai alat pelacak dalam tubuh. Lalu dalam klaim video ini menyebutkan untuk melancarkan kode mRNA maka harus mengubah sistem kekebalan agar tubuh tidak menganggap mRNA palsu sebagai ancaman.
Setelah ditelusuri, klaim tersebut salah. Faktanya melansir Usatoday.com, enzim Luciferase bukanlah bahan dalam vaksin virus corona mana pun. Enzim Luciferase hanya digunakan dalam penelitian COVID-19 karena kemampuannya menghasilkan cahaya membantu para peneliti melacak bagaimana virus dan vaksin berinteraksi dengan sel. Selain itu vaksin virus corona juga tidak mengandung alat pelacak apapun.
Dengan demikian klaim vaksin mengandung Luciferase dan alat pelacak adalah klaim yang salah dan masuk ke dalam kategori Konten yang Menyesatkan.
Sumber:
https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/coronavirus-disease-(covid-19)-vaccines
https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2021/04/23/fact-check-coronavirus-vaccines-do-not-contain-luciferase-enzymes/7260660002/