Penjelasan:
Dari hasil penelusuran, klaim adanya penyakit bernama anosmia hampir sama dengan Covid-19 adalah salah. Faktanya, anosmia bukan penyakit melainkan sebuah gejala. Ahli Patologi Klinis Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta dr. Tonang Dwi Ardyanto menjelaskan anosmia bisa terjadi pada beberapa penyakit yang mengganggu akar saraf penciuman di hidung, seperti flu, rinitis, sinusitis, tulang hidung bengkok, dan lain-lain. Tidak hanya atau spesifik karena Covid-19. Tonang menambahkan, pada kondisi pandemi seperti saat ini, dugaan pertama jika terjadi anosmia adalah akibat Covid-19. Setelah terbukti bukan Covid-19, baru berpindah ke kemungkinan lainnya. Dia juga menegaskan bahwa tak ada satu penyakit atau wabah yang bertujuan untuk mengurangi populasi. "Tidak ada wabah yang disengaja untuk mengurangi populasi manusia," jelas dia
Sumber: