Penjelasan:
Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy, putera seorang pejabat Ditjen Pajak terhadap korban bernama David, yang diketahui merupakan anak dari seorang Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), badan otonom dari organisasi Islam terbesar Indonesia Nahdlatul Ulama (NU), Jonathan Latumahina, terus bergulir. Penyelesaian perkara hingga pembicaraan di media sosial semakin ramai hingga turut membahas perihal kehidupan personal dari pihak-pihak yang terlibat. Salah satunya adalah Jonathan Latumahina. Baru-baru ini beredar sebuah informasi di media sosial Facebook yang menyebutkan bahwa Jonathan Latumahina merupakan seorang banser NU yang beragama Nasrani dan penyusup di ormas Islam. Informasi ini diunggah oleh akun bernama Spawner Pillageroutpost pada hari Minggu, 26 Februari 2023.
Namun setelah ditelusuri terkait dengan informasi ini, ditemukan fakta yang menunjukkan bahwa terdapat kekeliruan di dalam unggahan Facebook ini. Melansir dari artikel toraja.tribunnews.com, Jonathan Latumahina disebutkan sebagai seorang mualaf. Sebelumnya diketahui bahwa Jonathan Latumahina memang merupakan seorang Nasrani, namun sejak tahun 2019, Jonathan Latumahina telah menjadi seorang mualaf.
Jadi dapat disimpulkan bahwa unggahan yang menyebutkan bahwa Jonathan Latumahina merupakan seorang Nasrani dan seorang penyusup di ormas Islam merupakan informasi keliru dan termasuk ke dalam kategori informasi yang menyesatkan atau misleading content.
Sumber: