Penjelasan:
Beredar sebuah informasi bahwa empat mahasiswa dari North Carolina State University mengembangkan cat kuku yang dapat mendeteksi obat pemerkosa, termasuk GHB obat yang umum dipakai untuk obat pemerkosaan.
Setelah ditelusuri, klaim tersebut salah. Dilansir dari cnbc.com, alat pendeteksi tersebut dapat mendeteksi Xanax atau alprazolam, Valium (diazepam), dan flunitrazepam, namun tidak dapat mendeteksi GHB obat yang umum dipakai sebagai obat pemerkosaan dan Ketamin yang biasa dipakai untuk obat bius.
Dilansir dari sehatq.com, GHB atau Gamma Hydroxybutyrate merupakan depresan sistem saraf pusat, fungsinya untuk menenangkan yang mengonsumsinya.
Dengan demikian klaim cat kuku pendeteksi obat pemerkosa termasuk obat GHB merupakan hoaks dengan kategori Konten yang Menyesatkan.
Sumber:
https://www.sehatq.com/artikel/mengenal-obat-ghb-yang-sering-disalahgunakan-saat-pemerkosaan