Penjelasan:
Beredar postingan di Facebook yang menyebarkan sebuah video tewasnya anak-anak dari Afrika, dalam video tersebut para kerabat anak-anak tersebut menangis secara histeris. Akun bernama Haseki Hurrem Sul Tan mengklaim bahwa meninggalnya 13 anak sekolah di Afrika tersebut dikarenakan vaksin COVID-19.
Setelah dilakukan penelusuran fakta terkait, meninggalnya 13 anak sekolah tersebut bukan karena vaksin COVID-19. Namun karena kecelakaan di sekolah mereka.
Hoax dengan video yang sama telah beredar sejak awal tahun 2020, namun klaim yang dibuat di antaranya seperti kematian yang disebabkan keracunan biskuit, keracunan permen, dan diserang oleh “makhluk asing”. Kesemua klaim tersebut adalah HOAX.
Melansir dari media Afrika Piga Firimbi, diketahui bahwa 13 anak yang meninggal tersebut dikarenakan kecelakaan setelah pulang dari sekolah.
Lebih lanjut, dalam kanal YouTube media berita NTV Kenya, dengan judul berita “13 pupils killed, 40 injured in stampede at Kakamega Primary School”, diberitakan bahwa anak-anak umur 10-12 dari Sekolah Dasar Kakamega meninggal setelah mereka pulang dari sekolah.
Puluhan anak dari sekolah tersebut pulang pada pukul 17.00 secara berdesak-desakan dan kemudian mereka terjatuh, 13 anak tewas dalam insiden itu dan 40 lainnya terluka.
Diketahui, kejadian meninggalnya 13 anak sekolah dari Afrika terjadi pada awal tahun 2020, sedangkan vaksin COVID-19 baru disahkan untuk beredar pada bulan Desember 2020, sehingga kematian mereka tidak ada hubungannya dengan vaksin COVID-19.
Sumber:
https://turnbackhoax.id/2021/11/09/salah-13-anak-sekolah-di-afrika-meninggal-karena-vaksin-covid-19/