Blitar Kota - Rapat koordinasi ini bertujuan untuk memantabkan kembali kewaspadaan Pemerintah Kota Blitar dalam menghadapi virus codvid-19 atau Corona. Melibat perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar dan 15 fasilitas kesehatan Blitar Raya, terdiri dari puskesmas, rumah sakit dan klinik kesehatan. Kegiatan berlangsung di gedung pertemuan Dinas Kesehatan Kota Blitar, Senin (09/03/2020)
Didik Jumianto, Kabid Pengendalian dan Pencegehan Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Blitar mengatakan, kewaspadaan terhadap virus corona sudah dilakukan sejak pertama kali virus ini muncul di Wuhan, China. Namun perlu dikuatkan kembali, sebagai langkah pencegahan virus corona diwilayah Blitar raya. Dalam kesempatan ini, peserta rapat saling berkoordinasi terkait antisipasi dan penanganan jika ditemukan pasien dengan virus corona di Kota Blitar. Termasuk tahapan rujukan ke RSUD Mardi Waluyo sebagai rumah sakit yang ditunjuk untu menangani pasien virus corona di Blitar raya. Begitu juga aturan penanganan bagi rumah sakit non rujukan.
Didik menyebut, penanganan masing-masing faskes disesuaikan dengan kriteria pasien. Jika kriteria pasien dalam pemantauan, atau pasien diduga corona, cukup ditangani di Puskesmas atau klinik kesehatan. Namun jika gejala yang ditunjukkan meningkatkan, yaitu pasien dengan pengawasan maka harus dibawa ke Rumah sakit rujukan. Dalam penanganan virus Corona, setiap faskes harus memiliki tim surveilans untuk menentukkan kriteria pasien.
“Jadi kalau ada pasien dalam pengawasan ini dinyatakan positif, nanti akan kita rujuk ke rumah sakit utama yaitu RSUD Dr. Iskak Tulungagung dan RSUD Syaiful Anwar Malang,” kata Didik.
Didik menghimbau, agar masyarakat tetap tenang dan waspada, jika menemui tetangga atau saudara dengan gejala mirip corona, langsung dibawa ke faskes untuk penanganan lebih lanjut. (Kir)
Berita Populer
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023