Kota Blitar - UPTD Puskesmas Kecamatan Kepanjenkidul Kota Blitar menggelar skrining Hipotiroid Kongenital pada bayi dengan rentan waktu maksimal 48-72 jam pasca dilahirkan. Skrining ini sebagai antisipasi pencegahan bayi agar tidak mengalami kekurangan tiroid, Sabtu (04/06/2022).
Kepala Puskesmas Kepanjenkidul, Triana Sulistyaningsih mengaku skrining hipotiroid kongenital ini menjadi gebrakan baru Dinas Kesehatan Kota Blitar. Pihaknya menargetkan lima bayi untuk diambil sampelnya tahun ini. Untuk sample pertama sudah dikirimkan ke Surabaya melalui Dinas Kesehatan Kota Blitar Jumat, 3 Juni 2022.
Menurutnya, Skrining ini penting, sebab jika bayi mengalami kekurangan tiroid dapat mengganggu tumbuh kembang hingga keterbelakangan mental. Pihaknya segera memberikan pelayanan skrining ini sesuai dengan persetujuan orang tua, jika ditemukan pasien melahirkan di Puskesmas.
Meski selama ini belum ditemukan kasus hipotiroid kongenital di wilayahnya, Triana mengimbau agar ibu hamil terus menjaga asupan makanan dan vitamin, gizi yang seimbang, serta segera memeriksakan diri ke Puskesmas jika mengalami gangguan kesehatan.
"Skrining ini masih baru sebagai antisipasi, karena kalau kekurangan tiroid ini sesuai penelitian bisa mengganggu tumbuh kembang anak, hingga keterbelakangan mental. Kita masih lakukan satu yaa, target Puskesmas 5 bayi" jelasnya.
Sementara itu sesuai informasi yang dihimpun reporter, Dinkes Kota Blitar menargetkan skrining hipotiroid kongenital dilakukan pada 150 bayi di seluruh fasilitas kesehatan dan rumah sakit. Langkah ini juga seiring dengan upaya Dinkes untuk mencegah terjadinya stunting. (Fix)
Berita Populer
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023