Blitar Kota - Tiga faktor itu diantaranya lahan pertanian kering dan tidak produktif, pembangunan untuk kepentingan umum dan alih fungsi lahan untuk perumahan.
Ir. Rodiah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar saat ditemui di kantornya, Kamis, (20/02/2020) siang mengatakan, lahan kering dipicu musim kemarau panjang dan sulitnya mengalirkan air ke persawahan. Selain itu tanah tidak produktif lagi karena pengaruh obat pertanian yang sudah terlalu banyak terkandung di tanah, sehingga unsur hara berkurang dan sulit ditanami kembali. Pembangunan gedung yang berkaitan dengan kepentingan umum, seperti pembangunan gedung sekolah dan kantor juga ikut berperan mengurangi luas lahan pertanian termasuk pembangunan perumahan milik pribadi.
Luas lahan pertanian Kota Blitar berkurang rata - rata 10 hektare tiap tahun. Data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar menyebutkan, di 2016 luas lahan pertanian masih mencapai 1.085 hektare. Di 2018, luas lahan pertanian tinggal 1.065 hektare. Selama dua tahun (2016 - 2017) terjadi penyusutan lahan pertanian seluas 20 hektare.
“Kebanyakan sudah tidak bisa ditanami akibat pengaruh pestisida berlebih, ada juga yang digunakan untuk membangun kantor kelurahan, sekolah, kantor BPS dan lain - lain yang tujuannya untuk masyarakat umum. Juga pembangunan perumahan yang saat ini marak. ” Jelas Rodiah.
Untuk menghambat lahan pertanian agar tidak terus berkurang, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar rutin menggelar pertemuan dengan Gapoktan untuk membahas pemeliharaan produktifitas lahan pertanian. (Yud)
Berita Populer
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023