Kota Blitar - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar melaksanakan kegiatan temu tani dan adat methik pari di Kelurahan Ngadirejo, Rabu (05/04/2023). Kegiatan ini kelanjutan dari pendampingan bagi kelompok tani yang tahun lalu mengikuti Program Pola Tanam Padi Sehat (PTPS).
Kepala DKPP Kota Blitar, Rodiyah menjelaskan adat methik atau panen di Kelurahan Ngadirejo ini menjadi kelanjutan dari PTSP yang tahun lalu diberikan ke 12 kelompok tani se-Kota Blitar. Melalui program tersebut, dinas setempat memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik. Dengan adanya program tersebut, Pemerintah ingin mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia sintetis dan menambahkan bahan organik dalam tanah. Harapannya seluruh petani mampu menghasilkan beras dengan kualitas yang sehat.
Rodiyah menambahkan terkait hasil panen di Kelurahan Ngadirejo, pihaknya sudah melakukan penghitungan melalui uji ubinan bersama Badan Pusat Statistik dan petugas penyuluh pertanian. Penanaman padi melalui program PTPS ini per hektar nya bisa menghasilkan 9,8 ton padi. Sementara di Kelurahan Ngadirejo, padi yang dipanen sebanyak 4 hektar sehingga diperkirakan mencapai 39,2 ton.
"Meskipun untuk pemakaian Pupuk Kimia berkurang hingga 30%, namun Alhamdulillah hasil penghitungan Ubin kemarin rata-rata per hektar mencapai 9,8 ton," ungkap Rodiyah.
Di wilayah Kecamatan Kepanjenkidul DKPP Kota Blitar melakukan pendampingan terhadap tiga kelompok Tani (Poktan) yang telah lolos seleksi, yaitu Poktan Setia Kawan 1 Ngadirejo, Poktan Maju Subur Ngadirejo, dan Poktan Rukun Tani Tanggung. (Sur)
Berita Populer
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023