BERITA

Sejumlah SMK Kota Blitar Terapkan Protokol Kesehatan Yang Ketat Selama Uji Coba Pembelajaran Tahap Dua

Admin Kota 31 Aug 2020 1x Share
img-berita

Blitar Kota - Senin (31/08/2020) Uji coba pembelajaran tatap muka di Kota-Kabupaten Blitar diperpanjang. Tahap pertama dilaksanakan 18-30 Agustus 2020. Sedangkan tahap ke dua berlangsung 31 Agustus sampai 12 September. Jika sebelumnya hanya diikuti 3 lembaga,  pada tahap ke dua ini terdapat 6 lembaga pendidikan negeri di Kota Blitar yang ikut menerapkan uji coba pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan yang cukup ketat. Salah satunya SMK Negeri 02 Kota Blitar. 

Jokomarsono, Kepala SMK Negeri 02 Kota Blitar, dikonfirmasi di ruang kerjanya mengatakan, sesuai anjuran dinas, pelaksanaan uji coba dilembaganya menganut protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Jumlah siswa yang masuk hanya 25% dari pagu yang ada. Namun karena minat siswa tinggi, pelaksanaan belajar tatap muka dibuat shift pagi dan siang. Joko menegaskan dari total 1.696 siswa, hanya 250 siswa yang tidak menyetujui pelaksanaan uji coba, karena tidak mengantongi izin dari orangtua. Siswa yang berkenan masuk diwajibkan menggunakan masker, mengikuti tes suhu badan, dan disiplin mencuci tangan sebelum belajar di kelas. Mereka juga diminta membawa kerangka bilik, sebagai alat perlindungan saat belajar tatap muka. Nantinya kerangka tersebut akan dipasangi plastik atau mika oleh pihak sekolah.

“Jadi kita buat kelas A, B, C, dan D. Kelas A untuk absen 1-9, B 10-18, C 19-27, dan 28-36. Jadi dalam satu minggu yang masuk A dan B, shift pagi dan siang, dua kelas ini mendapat pelajaran yang berbeda setiap harinya. Minggu berikutnya dibalik B-A shift pagi-siang. Begitu juga dengan kelas D-E” kata Joko.

Sementara itu, Hadi Sucipto, Kepala SMK Negeri 02 Kota Blitar, dikonfirmasi dihari yang sama mengatakan, dari total 1.600-an siswa hanya sekitar 200 siswa yang diperkenankan masuk. Jumlahnya memang tidak sampai 25% dari pagu, sebagai langkah antisipasi sekolah. Siswa yang masuk pun diprioritaskan bagi blok produktif atau kejuruan, karena kurang maksimal jika dilaksanakan melalui daring. Tidak hanya itu, siswa yang masuk bukan berasal dari daerah zona merah Covid-19. Ketika berada dilingkungan sekolah, siswa dan guru diwajibkan menggunakan masker, mengikuti cek suhu badan, dan rajin mencuci tangan.

“Dari 200 yang kita tetapkan, hari pertama yang masuk hanya sekitar 100-an. Memang masih awal, banyak wali murid yang masih khawatir. Sambil berjalan nanti kita yakinkan orangtua, bahwa kita sudah menerapkan protokol kesehatan Covid-19” jelas Hadi.

Diberitakan sebelumnya, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Blitar menyebut, saat ini ada sekitar 24 lembaga sekolah tingkat SMA,SMK yang mengikuti uji coba pembelajaran tatap muka. Rinciannya 15 lembaga pendidikan di Kabupaten Blitar, dan sisanya di wilayah Kota Blitar. (Kir)

© Copyright 2023 Pemerintah Kota Blitar. All Rights Reserved