Blitar Kota - Pelaksanaan program School From Home (SFH) untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, mengalami banyak kendala. Misalnya tidak semua siswa atau wali murid memiliki sarana smartphone untuk menerima dan mengirim materi ke guru, atau sebaliknya wali murid masih gagap teknologi.
Priyo Suhartono, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar membenarkan adanya kendala sarana yang dihadapi wali murid. Pihaknya, menyadari ada beberapa siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu, sehingga terkendala sarana dan orangtua yang masih gagap teknologi. Oleh karena itu, pihaknya memberikan keleluasaan, agar siswa yang bersangkutan bisa belajar di rumah saudara atau temen satu kelasnya. Tentu harus tetap memperhatikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan Pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Corona. Belajar cukup dengan 2-3 teman saja, tidak boleh lebih untuk menghidari kerumunan. Siswa juga diharapkan menerapkan phsycal distancing, menggunakan masker, dan memakai hand sanitizer.
“Kita berikan keleluasaan asal tetap memperhatikan protocol kesehatan yang ada,” jelas Priyo.
Terkait kebutuhan data untuk proses SFH, Priyo menyebut sudah mengurangi banyak jam belajar. Proses pemberian materi diutamakan menggunakan Whatsapp, sehingga penggunaan data bisa diminimalisir. Pihanya menyebut, fasilitas data memang hanya diberikan untuk sekolah, yang masuk dalam APBD masing-masing lembaga pendidikan.
Sementara itu, untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, Dinas Pendidikan Kota Blitar memperpanjang masa SFH untuk lembaga pendidikan setingkat PAUD, TK, SD, dan SMP sampai waktu yang belum ditentukan. (Kir)
Berita Populer
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023