Blitar Kota - Hal itu dikonfirmasi oleh Muhammad Muchlis, Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar sekaligus Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19 di Kota Blitar saat on air di Mahardhika, Selasa (09/06/2020). Muchlis mengatakan, PDP laki-laki usia 47 tahun ini, pada tanggal 7 Juni mengeluh batuk, pilek dan telah melakukan pemeriksaan Rapid Diagnosist Test di Rumah Sakit Swasta Kota Blitar dengan hasil reaktif. Selanjutnya PDP dirujuk ke RSUD Mardi Waluyo guna dilakukan test swab, namun hasil swab belum keluar dan saat ini masih berada di Laboratorium Covid-19 Provinsi Jawa Timur, PDP meninggal dunia Senin (08/06/2020).
Selain itu Muchlis menambahkan, PDP asal Kelurahan Bendogerit ini memiliki penyakit penyerta yakni Diabetes Melitus atau Kencing Manis. Pasien dimakamkan dengan protab covid-19 oleh petugas, sementara keluarga yang bersangkutan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sambil menunggu hasil swab dari provinsi.
“PDP usia 47 tahun tgl 7 batuk pilek, priksa di rumah sakit swasta trus dirujuk di RSUD Mardi Waluyo tgl 8 Juni buat di test swab. Belum keluar hasil Tesnya beliau meninggal,” kata Muchlis
Sampai saat ini, Covid-19 masih menjadi perhatian publik Pemerintah Kota Blitar juga terus menggaungkan Pola Hidup Bersih dan Sehat, seperti penertiban penggunaan masker, mencuci tangan secara disiplin dan menjaga jarak sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Blitar. (Fix)
Berita Populer
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023