Saat penyampaian pandangan, fraksi PDI Perjuangan menyebut Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) yang ada harus dioptimalkan penggunaannya. Sementara Fraksi Karya Demokrat menyebut proyeksi penganggaran 2020 ada defisit.
Totok Sugiarto, Wakil Ketua DPRD Kota Blitar saat ditemui di Sekretariat Dewan, Selasa siang (16/7) mengatakan, apa yang disampaikan fraksi DPRD Kota Blitar mayoritas menyoroti sinkronasi pemanfaatan Silpa 2018 untuk perubahan APBD. Dari pandangan yang disampaikan, Pemkot Blitar diharapkan bisa meningkatkan capaian kinerja keuangan daerah sampai hampir 100% , karena capaian saat ini mendekati hampir 85%.
“Memang rata-rata Fraksi menyebut Silpa dalam penyampaian pandangan umum, tapi kita sudah tahu penyebabnya munculnya Silpa itu apa,” ujar Totok.
Sementara itu Drs. H. Santoso M.Pd, Plt. Walikota Blitar menerima semua pandangan yang disampaikan fraksi, ini sebagai upaya memaksimalkan kinerja agar tahun depan Silpa tidak tinggi dan bisa berkurang. Silpa muncul karena proyek fisik yang sudah diprogramkan belum berjalan karena belum ada pengusaha yang mendaftar lelang, termasuk ada yang mundur. Terlebih rata-rata proyek itu berupa proyek fisik dengan nominal besar. Ini sekaligus sebagai bentuk kehati hatian Pemkot Blitar dalam mempergunakan anggaran.
“Iya Silpa yang jadi fokus tadi, tadi kita juga sudah sampaikan penyebabnya apa, usaha kita dan perencanaan kedepan, tidak masalah,” ujar Santoso.
Selasa (16/7), DPRD Kota Blitar menggelar Rapat Paripurna DPRD Penyampaian Pandangan Umum Fraksi DPRD Terhadap Laporan Realisasi Semester I APBD dan Prognosis 6 Bulan Berikutnya Tahun Anggaran 2019. Rancangan KUPA-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2019 Dan Rancangan KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2020 Serta Tanggapan Walikota Blitar Terhadap Pandangan Umum Fraksi DPRD.(Yud)
Berita Populer
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023