Blitar Kota - Kasus pneumonia pada balita menjadi salah satu fokus penanganan Dinas Kesehatan Kota Blitar. Sebab Pneumonia atau radang paru-paru ini menjadi penyakit yang rawan dialami balita dibandingkan usia dewasa. Saat ini, pneumonia pada balita tercatat lebih dari 200 kasus.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kota Blitar- Dissie Laksmonowati Arlini dikonfirmasi di ruang kerjanya Selasa, (09/ 11/ 2021) menjelaskan pencegahan pneumonia ini juga diikuti dengan penanggulangan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Sebab ISPA yang terjadi pada infeksi bagian bawah atau paru-paru, dapat menyebabkan pneumonia.
“Penanganan pneumonia ini juga disesuaikan dengan penyebabnya apakah dari virus, bakteri atau jamur. Jadi pemeriksaan atau penangaann mulai skrining hingga perawatan dilakukan sesuai dengan penyebabnya,” jelas Dissie.
Menurut Dissie semua usia beresiko terpapar pneumonia, namun pada balita potensi tertularnya lebih tinggi. Tahun ini saja, pneumonia pada balita di Kota Blitar mencapai 211 kasus. Sedangkan tahun lalu, sampai dibulan September saja, pneumonia pada balita mencapai 332 kasus.
“Balita ini memang lebih rawan, karena balita tidak dapat mengeluarkan dahak secara sendiri jadi sehingga dahaknya masuk ke paru-paru dan berlanjut menjadi radang,” imbuh Dissie.
Dissie mengimbau agar orang tua waspada terhadap kesehatan balita, minimal menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). (Fik)
Berita Populer
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023