Blitar Kota - Alat rapid test yang diterima RSUD Mardi Waluyo dari Pemerintah Pusat beberapa waktu lalu, menjadi salah satu komitmen Pemerintah menemukan masyarakat terindikasi Corona. Demikian disampaikan Ramiadji, Direktur RSUD Mardi Waluyo, saat dikonfirmasi Minggu (29/03/2020)
Ramiadji mengatakan, sebagai rumah sakit rujukan virus Corona wilayah Blitar raya, RSUD Mardi Waluyo menerima sebanyak 20 alat rapid test. Keberadaan alat tersebut sudah bisa dimanfaatkan masyarakat.Namun, Ramiadji mengatakan penggunaannya diprioritaskan bagi masyarakat yang memiliki resiko tinggi terpapar Corona misalnya orang yang baru saja berpergian dari daerah terjangkit atau melakukan kontak dengan pasien positif Corona.
Ramiadji mengatakan rapid test ini merupakan screening awal untuk mengecek antibody seseorang, dengan mengambil sampel darah dari ujung jari Jika hasilnya positif orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Corona. Namun bisa saja orang yang terinfeksi itu mendapatkan hasil rapid test negatif, karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus Corona. Oleh karenanya jika hasilnya negative pemeriksaan rapid test bisa diulang 7–10 hari setelahnya. Ramiadji menegaskan pemanfaatan alat rapid test untuk masyarakat yang beresiko tertular Corona tidak dipungut biaya alias gratis
Berita Populer
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023