Kota Blitar - Pencegahan stunting hingga saat ini masih menjadi fokus Pemerintah Kota Blitar, mengingat pencegahan stunting juga menjadi program nasional. Oleh karena itu, UPTD Puskesmas Kecamatan Sukorejo Kota Blitar ikut berupaya untuk menekan angka stunting melalui berbagai layanan pencegahan.
Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Sukorejo Kota Blitar, Wisma Yuniar, mengatakan balita stunting di wilayahnya, saat ini mencapai 7.6 persen atau sekitar 202 balita. Angka ini diperoleh dari penimbangan Puskesmas selama setahun dua kali. Menurut Wisma, selain stunting juga terdapat 4 balita yang mengalami gizi buruk. Angka ini bertambah dari awal tahun lalu, balita stunting sebesar 7.2 persen atau sebanyak 194. (18/12/2021)
Untuk menekan angka tersebut, Wisma mengeluarkan berbagai gebrakan baru. Diantaranya layanan pemeriksaan ibu hamil terpadu, mulai konsul kehamilan, test gigi, konsul dokter hingga pemberian stiker khusus sebagai tanda sedang dalam masa pengawasan. Ada pula, program "Bunya-e Sehat" bumil nyatet dewe kesehatane yang diluncurkan Puskesmas Sukorejo sebagai bentuk kalender harian selama mengandung.
“Kasus stunting Masih banyak meskipun menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kita lakukan penimbangan dua kali setahun. Kita juga berikan program untuk pencegahan stunting.” jelas Wisma.
Wisma menambahkan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, kasus stunting di Kecamatan Sukorejo terus mengalami penurunan. Tahun 2019, stunting di Kecamatan Sukorejo sebanyak 16.7 persen, 2020 sebanyak 11.48 persen dan 2021 turun menjadi 7.4 persen. (fik).
Berita Populer
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023