Blitar Kota - Puskesmas Kepanjenkidul mengikuti workshop tentang Test Cepat Molekur (TCM) yang diselenggarakan Kemenkes RI secara daring, bagi perwakilan nakes Kota-Kabupaten se-Indonesia.
Triana Sulistiyaningsih, Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan kepanjenkidul, mengatakan, workshop ini untuk membekali nakes agar cakap memanfaatkan alat TMC yang diberikan beberapa waktu lalu. Alat untuk pemeriksaan tuberkulosisi (TBC) ini diberikan untuk memaksimalkan temuan kasus TBC berserta pengobatan bagi pasien TBC. Menurut Triana, di Kota Blitar, fasilitas kesehatan yang menerima alat tersebut hanya Puskesmas Kepanjenkidul.
Triana menilai dengan alat TCM ini, Puskesmas akan lebih mudah mendiagnosa TBC pada pasien, karena selain lebih cepat, namun juga lebih akurat. Jika ada temuan mengarah ke TBC, akan diteruskan ke pemeriksaan spesimen dahak pasien.
“ Jadi dengan alat ini, nantinya pengecekan pasien akan lebih mudah, dan lebih akurat,” ungkap Triana, dikonfirmasi by phone Rabu (26/08/2021)
Dikonfirmasi terpisah, Didik Jumianto, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Blitar menjelaskan dari tiga kecamatan, memang masih Puskesmas Kepanjenkidul yang mendapat TCM dari pusat. Pihaknya berharap keberadaan alat tersebut bisa membantu Dinas Kesehatan dalam menemukan kasus TBC. Disisi lain, pihaknya saat ini juga merumuskan, bagaimana sistem pelayanan TCM serta siapa saja sasarannya.
“ Kalau saya saat ini sedang menata formatnya ya, alat ini nanti untuk siapa saja, bagaimana proses pendftarannya, mengingat Puskesmas di Kota Blitar yang memiliki alat ini masih Kepanjenkidul,” jelas Didik.
Sementara itu, workshop Penggunaan alat TCM ini di laksanakan 3 hari, mulai tanggal 23-25 Agustus 2021
Berita Populer
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023