BERITA

Puskesmas Kepanjenkidul Antisipasi Penyebaran Bakteri Leptospirosis

Admin Kota 12 Apr 2022 1x Share
img-berita

Kota BlitarPuskesmas Kepanjenkidul bersama Tim Surveilans Epidemiologi Provinsi Jawa Timur merespon cepat adanya temuan kasus Leptospirosis terhadap Pasien Positif Covid 19 yang meninggal di RSUD Mardi Waluyo beberapa waktu lalu. Pihaknya melakukan pemantauan langsung ke wilayah atau lokasi pasien pada 5 April dan 6 April 2022 lalu, Senin (11/4/2022).

 Kepala UPT Puskesmas Kepanjenkidul, Triana Sulistiyaningsih menjelaskan bahwa, penyelidikan Epidemiologi Leptospirosis ini dilakukan terhadap beberapa anggota keluarga korban, serta lokasi sekitar tempat tinggal korban.

“Iya, kegiatan pemeriksaan dini ini sebagai tindak lanjut dari temuan kasus di RSUD Mardi Waluyo, agar kasus tersebut tidak sampai menjadi Kejadian Luar Biasa ( KLB ),” ujarnya saat dikonfirmasi, pada Senin (11/4/2022).

Hasil dari kegiatan penyelidikan tersebut, tidak ditemukan indikasi keluarga yang tertular. Begitu pula hasil pemeriksaan ginjal tujuh tikus, yang berhasil ditangkap beberapa hari yang lalu di sekitar kediaman korban juga tidak ditemukan adanya bakterI Leptospirosis.

Saat ini Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur sedang menelusuri wilayah di Kabupaten Blitar, tempat pasien menjalankan aktivitas setiap hari. Selain melakukan penyelidikan langsung, Puskesmas Kepanjenkidul dalam waktu dekat akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penyakit Leptospirosis  melalui Kegiatan Lokakarya Mini.

Melansir dari situs Alodokter, Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi. Beberapa hewan yang bisa menjadi perantara penyebaran leptospirosis adalah tikus, sapi, anjing, dan babi. ( Sur )

 

© Copyright 2023 Pemerintah Kota Blitar. All Rights Reserved