Blitar Kota - Kamis, (03/09/2020) Memasuki bulan September 2020, Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar mulai mempersiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi krisis air bersih di beberapa kelurahan.
Supriadi, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Daerah, Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar mengatakan, sesuai dengan perkiraan BPBD Jatim, puncak kemarau terjadi bulan ini. Kota Blitar menjadi salah satu daerah yang berpotensi mengalami kekeringan, meski kategorinya ringan. Supriadi mengaku sudah mempersiapkan beberapa langkah mengantisipasi dampak kekeringan, diantaranya krisis air bersih. Pihaknya terus berkoordinasi dengan kelurahan dan kecamatan, agar responsif jika ada warga yang mengalami kekurangan air bersih.
“Kami juga berkomunikasi dengan jajaran RT/RW serta relawan yang ada di setiap kelurahan. Sedangkan untuk instansi samping seperti PMI, Damkar, PDAM, kita juga intens berkoordinasi. Supaya kita memang ada yang membutuhkan dropping air bersih kita bisa bergerak cepat” kata Supriadi.
Supriadi menyebut, terdapat 7 kelurahan yang rawan mengalami krisis air bersih, diantaranya kelurahan Tanggung, Ngadirejo, Sentul, Pakunden, Tanjungsari, Tlumpu, dan Gedog. Namun, hingga saat ini kondisi di Kota Blitar masih kondusif, belum ada laporan dari warga terkait krisis air bersih.
“Sampai saat ini belum ada laporan, kalau pun ada hanya 1 KK saja, yang itu bisa di suplay oleh tetangga kanan kiri. Namun kalau itu nanti meluas, sampai satu lingkungan atau satu RW kami akan segera terjun” jelas Supriadi.
Sementara itu, tahun lalu sejumlah kelurahan di Kota Blitar mengalami krisis air bersih. Berdasarkan data, terdapat 604 KK yang mendapat dropping air bersih dari Pemerintah Kota Blitar. (Kir)
Berita Populer
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023