Blitar Kota - Plt. Wali Kota Blita, Drs H Santoso M.Pd melaunching aplikasi pendukung smart city, Single Sign On (SSO), di halaman Kantor Dinas Kominfo dan Statistik Kota Blitar, Senin (8/7/2019). Tahun ini Pemerintah Kota Blitar juga berencana memperkuat jaringan Fiber Optic (FO) sebagai penguatan infrastruktur smart city.
Aplikasi yang dilaunching adalah Portal Web Single Sign On (SSO). Dengan aplikasi ini, semua login aplikasi di Pemerintah Kota Blitar diharapkan berada dalam satu alamat. Selain dihadiri pejabat, pada acara itu hadir komunitas youtuber Blitar, kelompok informasi masyarakat, dan pegiat informasi lainnya.
Plt. Wali Kota Blitar, Drs H Santoso M.Pd menyatakan di tengah kemajuan teknologi informasi seperti sekarang ini, mewujudkan smart city merupakan bagian dari kebutuhan pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Dilaunchingnya aplikasi ini juga merupakan bukti diterapkannya sistem e-government untuk meningkatkan kinerja pemerintah Kota Blitar yang lebih cepat, efisien, dan transparan. Sistem e-government bukan sekadar menggunakan aplikasi, tetapi perlu terkoneksi dan terintegrasi,” kata Santoso.
Ditambahkan Santoso, penerapan e–goverment menggunakan sistem aplikasi pemerintahan yang saling terintegrasi dengan memanfaatkan teknologi informasi.
“Pada prinsipnya inovasi e-government ini ialah prosedur komunikasi antara pemerintah dengan pemerintah (G2G), pemerintah dengan bisnis (G2B) seperti aplikasi blitar kota serba ada ini, serta pemerintah dengan masyarakat (G2C) melalui sistem pelayanan online yang saling terintegrasi”, jelas Santoso. Menurutnya, guna mewujudkan smart city dan layanan e-goverment yang ideal tentu memerlukan berbagai kebutuhan, baik dari sisi perangkat keras (hardware), perangkat lunak (soft ware), maupun sumber daya manusia yang mengoperasikan (brainware).
Sisi perangkat keras (hardware) secara bertahap telah disiapkan Pemerintah Kota Blitar. Jaringan fiber optic diharapkan Santoso tahun ini bisa segera direaliasasikan. Pada saat yang bersamaan, Pemerintah Kota Blitar juga terus meningkatkan meningkatkan kapasitas software. Dari sisi software Santoso mengharapkan adanya aplikasi yang benar-benar terintegrasi dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Jadi aplikasi OPD tidak berjalan sendiri–sendiri, melainkan benar – benar dalam satu koordinasi dan satu payung besar aplikasi Pemerintah Kota Blitar yang terintegrasi dan terkoneksi satu sama lain.
Sementara itu Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Kota Blitar, Aminurcholis menyatakan data centre Kota Blitar yang dikelola Diskominfotik sebagai fasilitas pusat data dalam mewujudkan integrasi berbagai aplikasi sistem informasi. “Adanya aplikasi ini merupakan upaya kami untuk mewujudkan informasi terpadu berbasis teknologi informasi”, kata Aminurcholis.
Berita Populer
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023