Blitar Kota- Program Goverment to Goverment (G to G) antara Pemerintah Kota Blitar dan Korea Selatan terpakasa ditunda karena pandemi Covid-19. Namun, berbagai persiapan tetap dilakukan Pemerintah Kota Blitar. Demikian disampaikan Tjutjuk Sunario-Wakil Wali Kota Blitar saat ditemui di Ruang Kerjanya Senin, 16 Agustus 2021.
Tjutjuk menjelaskan, penundaan program kerja G to G ini, disebabkan sulitnya akses ke luar negeri. Hal ini dibarengi dengan minimnya akses penerbangan dari Indonesia ke luar negeri karena kasus Covid-19 yang masih tinggi. Apa lagi saat ini menjelang musim dingin, tidak memungkinkan untuk mengirim pekerja ke Korea.
Tjutjuk mengaku masih mematangkan serta mempersiapkan berbagai kebutuhan realisasi kerjasama ini. Satu diantaranya dengan menyiapkan pendidikan bahasa Korea dasar dan ringan, bagi calon pekerja. Selain itu, tahun ini Pemkot Blitar fokus membuat draft kerja sama dengan Konsuler Korea Selatan. Pihaknya menargetkan akhir tahun ada MoU yang disepakati, sehingga tahun depan program tersebut bisa direalisasikan.
“Iyaa kita tunda dulu yaa, tidak bisa dipungkiri kasus Covid-19 yang masih tinggi, ini juga jadi penyebab. Terus ini juga mendekati musim dingin, jadi ngga mungkin kita kirim pekerja kesana. Kita laukan aja moment ini untuk menyiapkan draft draft kerja sama, sehingga targetnya MoU ini akhir tahun bisa dapat dan kita bisa realisasikan di tahun depan.”
Diberitakan sebelumnya Mr. Lee Kyoung Youn-Konsuler Korea Selatan datang ke Kota Blitar untuk menjalin kerja sama G to G, Juni lalu. Setiap warga yang ikut program kerja Korea Selatan disektor pertanian ini, akan mendapatkan upah senilai 1.850 Won atau sekitar 23 juta rupiah per bulan dengan kontrak awal 5 bulan kerja. (fik).
Berita Populer
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023