Blitar Kota - Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kota/Kabupaten Blitar, ikut serta mendukung percepatan penanganan virus Covid-19 di Blitar Raya, dengan menunjuk 3 SMK untuk membuat baju Alat Pelindung Diri (APD).
Trisilo Budi Prasetyo, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Kota/Kabupaten Blitar mengatakan, Kepala SMA/SMK di wilayahnya telah menyumbangkan dana untuk membantu Pemerintah dalam menangani Covid-19 atau Corona. Dana yang terkumpul kemudian dimanfaatkan untuk pembuatan baju APD, hand sanitizer, masker dan lain-lain. Untuk pembuatan baju APD, pihaknya menunjuk 3 SMK yaitu SMKN 2 Kota Blitar, SMKN 3 Kota Blitar, dan SMKI Assalam Blitar. Ke tiga sekolah ini ditargetkan mampu membuat 2.000 APD, yang akan disumbangkan ke rumah sakit daerah dan swasta di Blitar. Saat ini, produksi APD masih mencapai 600 buah, karena terkedala bahan dari Surabaya yang mulai langka.
“Kami menggalang dana lewat Kepala sekolah untuk membatu penanganan Covid 19 ini. Target kita itu 2.000 tapi dalam waktu dekat ini mungkin yang baru bisa kita capai 1.000-an, dan yang dikerjakan sekarang ini mencapai 600 pcs. Jadi kendala kita ada dibahan yang kita ambil dari Surabaya itu sudah habis. Padahal secara dana kita ini sudah siap, makanya kita akan cari ke daerah lain nanti. Supaya secepatnya kita bisa serahkan ke Bpk. Plt Walikota dan Bupati,” tegas Trisilo.
Sementara itu, Hadi Sucipto, Kepala SMKN 3 Kota Blitar mengatakan pembuatan baju APD dilakukan siswa jurusan Tata Busana. Dari 40 roll kain bahan, SMKN 3 Kota Blitar mendapat jatah 16 roll untuk dijadikan baju APD, sebanyak 480 buah. Jika sudah siap, baju APD akan diserahkan ke Dinas Cabang Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota-Kabupaten Blitar, untuk kemudian didistribusikan ke rumah sakit Blitar raya, melalui Walikota dan Bupati. Hadi menyebut, proses pembuatan APD tetap memperhatikan protocol kesehatan. Sebagian siswa menjahit di rumah, sebagian di sekolah dengan dampingan Bapak/Ibu guru.
“Dari 40 roll kain bahan, SMK 3 dan SMK 2 masing-masing memproduksi 16 roll, sisanya untuk SMK Assalam. Untuk proses jahitnya sendiri tetap memperhatikan protocol kesehatan, yang mana bagi siswa yang sudah memiliki mesin jahit itu kita bolehkan membuat di rumah,” jelas Hadi.
Sebelumnya, SMKN 2 Kota Blitar, SMKN 3 Kota Blitar, dan SMKI Assalam Blitar juga membuat APD yang diserahkan ke Dinas Pendidikan Jawa Timur. (Kir)
Berita Populer
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023