Blitar Kota - Untuk menekan angka pernikahan dini di Kota Blitar, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus melakukan sosialisasi pencegahan. Jika sebelum pandemi Covid-19, sosialisasi dilakukan di sekolah-sekolah, kini dirubah dengan mengundang orang tua siswa atau bina keluarga remaja. Demikian disampaikan Kepala Dinas P3AP2KB Kota Blitar, Sulistiani, saat dikonfirmasi Sabtu (10/07/2021).
Sulistiani menjelaskan, melalui program Bina Keluarga Remaja, Dinas melakukan pemahaman kepada keluarga siswa untuk mencegah pernikahan dini. Karena menurut Sulistiani, pernikahan dini akan menimbulkan beberapa dampak bagi remaja, salah satunya gangguan kesehatan mental. Hal ini terjadi karena alat reproduksi yang belum siap maupun ekonomi yang belum mapan. Untuk itu, peran keluarga dinilai sangat penting bagi remaja. Diharapkan melalui program Bina Keluarga Remaja (BKR) ini, keluarga mampu menjalin komunikasi, terbuka, memberikan kenyamanan, dan memenuhi hak-hak anak.
“Melalui Bina Keluarga kita mendatangi keluarga-keluarga yang tergabung di setiap kelurahan, untuk diberi pemahaman supaya mendampingi anak-anak mereka. Anak-anaknya juga ikut diberi pemahaman, sehingga tidak terjadi kesalahan fatal untuk menikah dini,”
Saat disinggung berapa total jumlah pernikahan dini di Kota Blitar hingga saat ini, Sulistiani belum bisa merinci. Namun, pihaknya menegaskan setiap tahun mengalami penurunan. (Fix)
Berita Populer
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023