Blitar Kota- Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Blitar ikut memperhatikan kasus kekerasan dan pelecehan anak bawah umur yang terjadi di beberapa daerah. Untuk mencegah hal tersebut, pihaknya mulai menyiapkan beberapa langkah diantaranya sosialisasi di sekolah-sekolah.
Kepala DP3AP2KB Kota Blitar, Sulistiani mengatakan, ikut prihatin kekerasan dan pelecehan seksual masih terjadi di beberapa daerah, bahkan terjadi di lingkungan sekolah. Pihaknya menegaskan, meski di Kota Blitar belum ada temuan kasus semacam itu, namun dinas setempat tetap mengantisipasi. Nantinya, saat tahun ajaran baru, pihaknya akan menerjunkan petugas di sekolah-sekolah untuk memberikan pembekalan dan sosialiasi tentang kekerasan dan pelecehan seksual.
“Supaya apa? Anak-anak paham, mana tindakan yang dikategorikan kekerasan dan pelecegan. Lalu yang kedua jika terjadi kasus, korban atau orang disekitarnya tidak takut untuk melapor,” jelas Sulistiani, dikonfirmasi Selasa (08/06/2021)
Sulistiani menegaskan, pelaporan kasus kekerasan terhadap anak bisa dilaporkan ke Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Yang mana petugasnya ada ditingkat kota hingga kelurahan. Jika ada laporan, dinas siap melakukan mediasi, pendampingan penegakan hukum hingga fasilitasi psikolog.
“Kita punya psikolog. Jadi korban kekerasan atau pelecehan itu rentan mengalami trauma sehingga psikologisnya perlu dipulihkan,” terang Sulistiani.
Sulistiani berkomitmen agar kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur tidak terjadi di Kota Blitar. Sebab, saat ini Pemerintah Kota terus berupaya menghadirkan perlindungan dan layanan ramah anak, sehingga predikat Kota Layak Anak di Kota Blitar bisa dipertahankan. (Kir)
Berita Populer
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023