Blitar Kota - Bedah buku saat ini dinilai lebih menarik dan sesuai dengan minat generasi milenial, karena mereka bisa berinteraksi dan berdiskusi langsung dengan penulis, sehingga isi buku benar-benar bisa langsung dipahami.
Drs Muchson M.A.P, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Blitar mengatakan, bedah buku dinilai lebih modern dan menyenangkan dibanding membaca sendiri. Apalagi dalam bedah buku para pembaca bisa bertemu langsung dengan sesama penghobi baca, sehingga proses membaca bisa lebih menyenangkan dan tidak membosankan.
Setiap tahun pihaknya sudah mengagendakan acara bedah buku, baik di perpustakaan Bung Karno maupun perpustakaan umum, agar budaya membaca bisa tetap terjaga. Selain buku-buku populer lokal, pihaknya juga gencar mengenalkan buku sejarah Kota Blitar, agar para pembaca tidak lupa dengan literatur sejarah kota blitar, dari jaman kerajaan, penjajahan, jaman kemerdekaan, sampai saat ini.
“Kita memang harus mengikuti perkembangan ya, minimal yang sesuai tren saat ini, agar program kita mendapat respon bagus, termasuk bedah buku,”Jelas Muchson saat ditemui di kantornya, Jumat (20/12/2019) pagi
Latar belakang usaha menumbuhkan minat baca di Kota Blitar diantaranya, UU No 23 Tahun 2015 , yang menyatakan perpustakaan Kota-Kabupaten berkewajiban melakukan pelestarian naskah kuno milik negara.( Yud )
Berita Populer
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023