Blitar Kota - Tujuan sosialisasi ini untuk memberikan pemahaman pada masyarakat terkait bahaya Penyakit Tidak Menular (PTM) utamanya diabetes mellitus atau kencing manis. Kegiatan berlangsung di ruang Sasana Praja Kantor Wali Kota Blitar, Rabu (03/03/2020)
Muchlis, Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar mengatakan, masyarakat cenderung abai terhadap bahaya PTM karena tidak bisa menular dan menganggap potensi kematiannya rendah. Padahal jika tidak ditangani secara tepat sama bahayanya dengan penyakit menular bahkan sering disebut sebagai 'silent killer'. Dalam sosialisasi ini pihaknya mendorong agar peserta bisa menerapkan pola hidup sehat sehingga bisa terhindar dari PTM utamanya diabetes mellitus dan hipertensi, karena dua penyakit ini berdekatan. Pola hidup sehat yang dimakdus mulai dari olahraga rutin istirahat cukup rutin cek kesehatan menghidari makanan yang bisa menyebabkan diabetes mellitus dan lain sebagainya
Muchlis menyebut angka penderita diabetes mellitus di Kota Blitar cukup tinggi, dari 91.606 jiwa penduduk, usia 15-59 tahun 80.936 diantaranya telah melakukan pemeriksaan dan sebanyak 3.747 jiwa terdiagnosa diabetes mellitus. Angka itu mendekati target prevalensi yang ditetapkan Provinsi Jawa Timur sebanyak 4.072 jiwa yang harus dicari atau 3,7% dari total penduduk usia 15-59 tahun di Kota Blitar
“Kita sudah ketat melakukan pemeriksaan, bahkan masyarakat yang sudah diperiksa juga rutin mengikuti pemeriksaan di faskes atau posyandu lansia,” kata Muchlis.
Sementara itu sosialisasi PTM ini diikuti anggota PKK kecamatan-kelurahan dharma wanita persit kartika candra bhayangkari Kota Blitar dan lain-lain. Narasumber yang dihadirkan adalah dr. Rofika Hanifa, Spesialis Penyakit Dalam RSUD Mardi Waluyo (Kir)
Berita Populer
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023