BERITA

Di Tengah Wabah Corona, Home Industri Tahu Pakunden Tetap Bertahan

Admin Kota 13 May 2020 1x Share
img-berita

Blitar Kota - Wabah Corona membawa dampak besar terhadap perekonomian masyarakat. Bahkan sejumlah pengusaha memutuskan tutup sementara, untuk meminimalisir kerugian akibat turunnya permintaan di pasaran. Namun hal itu tidak berlaku, di industri tahu, Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar yang tetap bertahan di tengah wabah Corona.

Imam Sutanto, Koordinator Paguyuban Tahu Kelurahan Pakunden mengatakan, produksi industri tahu tetap berjalan, meski permintaan di pasaran sedikit menurun akibat Corona. Imam menyebut, dari 10 pabrik tahu yang ada di Kelurahan Pakunden, hampir seluruhnya mengalami penurunan, begitu juga dengan pabrik miliknya sendiri. Jika hari normal bisa memproduksi 10 tong kedelai, kini hanya 5 sampai 6 tong saja. Satu tong berisi 17-18 kg kedelai. Selain dikirim ke lokal Blitar, tahu Pakunden juga dikirim ke Tulungagung dan Trenggalek. Imam mengatakan, sampai saat ini tidak ada gangguan untuk mendapatkan bahan dasar pembuatan tahu, harganya pun relative stabil.

“Kalau pun terjadi kenaikan harga kedelai, pengusaha akan menguruangi ukuran tahu menjadi lebih kecil, agar tidak mengganggu keuntungan. Katakanlah dalam satu kotak itu bisa untuk 100 potong, ini kita buat 90-95 potong. Harganya tidak berubah, tapi ukurannya kita kurangi,” kata Imam.

Dikonfirmasi terpisah, Wahyudianto, Lurah Pakunden mengatakan, sampai saat ini industry tahu di wilayahnya masih berjalan. Bahkan belum ada laporan pengurangan jumlah karyawan yang bekerja di pabrik tahu. Wahyudi menyebut, untuk pabrik tahu besar jumlah karyawannya bisa mencapai 30-an orang. Tentu hal ini menjadi kabar baik, mengingat ada banyak perusahaan yang melakukan pengurangan jumlah pegawai ditengah wabah Corona. Namun demikian, Wahyudi menghimbau agar pemilik pabrik tetap memperhatikan protocol kesehatan pencegahan virus Corona. 

“Kita tetap himbau penggunaan masker itu wajib, lalu penyediaan tempat cuci tangan itu juga harus ada,” jelas Wahyudianto.

Wahyudi menambahkan, meski industry tahu masih berjalan, namun untuk “Wisata Edukasi Kampung Tahu” sementara ini ditutup. Mengikuti kebiajakan Pemerintah Kota Blitar yang menutup seluruh tempat wisata dan hiburan sejak Maret 2020, sebagai langkah antisipasi virus Corona. (Kir)

© Copyright 2023 Pemerintah Kota Blitar. All Rights Reserved