Blitar Kota - Kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Blitar masih tinggi, mayoritas penularan kasus baru konfirmasi Covid-19 ini dari warga yang isolasi mandiri namun tidak mematuhi protokol kesehatan secara ketat. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Blitar Muhammad Muchlis, Jumat (30/07/2021).
Muchlis menjelaskan, kepatuhan warga yang isolasi mandiri terhadap protokol kesehatan Covid-19 dimungkinkan rendah, sehingga penularan dan kasus barunya semakin meningkat. Sebab, tidak semua warga yang isolasi mandiri memiliki tempat yang memadahi atau terpisah dengan anggota keluarga yang lain. Oleh sebab itu, Pemerintah Pusat mewajibkan Kota-Kabupaten untuk menyediakan tempat isolasi terpusat, terutama bagi daerah yang melaksanakan PPKM Level 4.
Untuk Kota Blitar sendiri, Muchlis menjelaskan isolasi terpusat berada di Asrama Kampus III Universitas Negeri Malang di Blitar, Jl. Ir. Soekarno. Jika sudah beroperasi, nantinya Pemerintah Kota Blitar tidak lagi mengizinkan warga melakukan isolasi mandiri di rumah.
“Dengan adanya abai terhadap isolasi mandiri, maka terjadilah potensi penularan terhadap yang lain. Oleh karena itu, pemerintah pusat khusus untuk Jawa-Bali mewajibkan adanya oisolasi terpusat,” jelas Muchlis.
Muclis menambahkan, sesuai data Dinas Kesehatan Kota Blitar, terdapat 300 s/d 400 warga yang isolasi mandiri. Pihaknya meminta camat dan lurah membantu melakukan pendekatan pada warga yang isolasi mandiri agar berkenan dipindah ke rumah isolasi Covid-19, Jl. Dr. Soetomo, sambil menunggu persiapan Gedung Asrama Kampus III Universitas Negeri Malang di Blitar. (Fan)
Berita Populer
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023