Kota Blitar - Jumlah kasus Lumpy Skin Disease (LSD) di Kota Blitar terus mengalami peningkatan. Hingga akhir Juli 2023, terdapat 70 ekor sapi yang terjangkit LSD. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar pun meningkatkan pengawasan kesehatan hewan ternak sapi di wilayah. Plt. Kepala DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh mengatakan dari 70 ekor sapi yang terjangkit LSD ini, 80% diantaranya masih menjalani karantina di kandang peternak masing-masing. Sementara 20% sisanya, atau sekitar 20-an ekor sudah dinyatakan sembuh.
"Laporan yang masuk ke kita dan Sistem Kesehatan Hewan Nasional (Isikhnas) memang ada peningkatan jumlah kasus LSD, ada 70 kasus sampai akhir Juli kemarin," tegas Dewi.
Namun demikian, Dewi memastikan pengawasan kesehatan hewan ternak sapi tetap dilakukan secara ketat. Utamanya bagi sapi yang masih dalam proses penyembuhan LSD. Langkah ini juga untuk mengantisipasi adanya tindak jual - beli sapi sakit dari peternak. Hal itu tidak diperkenankan, karena bisa menyebabkan penyebaran virus LSD semakin luas.
"Setiap kali pemantauan di lapangan, kita tekankan supaya sapi yang sakit tidak diperjual-belikan dulu. Itu bahaya sekali," kata Dewi.
Dewi menghimbau peternak sapi agar senantiasa menjaga kebersihan hewan ternak dan sanitasi kandang. Jika hewan ternak mengalami gejala mirip LSD, maka diharapkan segera melapor ke dinas setempat. (Kir)
Berita Populer
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023