Kota Blitar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Blitar mulai menyusun langkah antisipasi menghadapi dampak El Nino. Sebab puncaknya diperkirakan terjadi antara bulan Agustus dan September 2023. Kalaksa BPBD Kota Blitar, Agus Suherli mengatakan fenomena El Nino di Indonesia umumnya berdampak terhadap berkurangnya curah hujan hingga menyebabkan kekeringan.
Meski Kota Blitar bukan daerah yang rawan kekeringan, namun Agus tetap mengantisipasi berbagai potensi yang ada. Sebab beberapa kelurahan di Kota Blitar pernah mengalami kekurangan air bersih tahun 2019 silam, seperti Kelurahan Ngadirejo, Sentul, lingkungan Jatimalang dan lain-lain.
"Mapping sudah kita lakukan, berdasarkan yang sudah-sudah itu paling banyak di wilayah utara seperti Ngadirejo dan Sentul," terang Agus.
Mengantisipasi kejadian serupa, Agus mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan PDAM Tirta Patria sebagai leading sector yang penyedia air bersih. Sehingga jika sewaktu-waktu terdapat kelurahan yang membutuhkan droping air bersih, jajaran BPBD Kota Blitar bisa segera mengambil tindakan.
"Penyedia air bersih sementara ini kan DLH dan PDAM, jadi kita bersinergi. Sehingga jika dibutuhkan, BPBD bisa langsung gerak cepat," terang Agus.
Agus menghimbau agar masyarakat segera melapor jika lingkungannya mengalami kekurangan air bersih. Disamping itu, perilaku hemat air juga harus digalakkan sebagai upaya menekan dampak El Nino. (Kir)
Berita Populer
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023