Blitar Kota - Di tengah wabah virus Corona, jumlah penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) juga menjadi sorotan di Jawa Timur. Angka DBD di Kota Blitar sampai Mei 2020 mencapai 59 kasus. Jumlah itu jauh menurun dibanding tahun lalu dengan periode yang sama, namun juga turut menyumbang tingginya kasus DBD di Jawa Timur.
Didik Jumianto, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kota Blitar mengatakan, angka DBD tahun 2020 menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Tahun lalu periode Januari-Mei angka DBD mencapai 221 kasus. Sementara tahun ini, dengan periode yang sama angkanya sebanyak 59 kasus. Dengan rincian total 15 kasus dari Kecamatan Sananwetan, 25 kasus asal Kecamatan Sukorejo dan 19 kasus dari Kecamatan Kepanjenkidul.
Didik juga menambahkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan angka DBD di Kota Blitar. Diantaranya masalah cuaca dan kesadaran masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) meningkat. Hal ini tak lain karena pihaknya tetap intens melakukan pencegahan. Termasuk mengawal Juru Pemantau Jentik (Jumantik) agar aktif melaporkan hasil pantauannya serta terus berkoordinasi dengan Puskesmas s untuk mengawasi wilayah masing-masing. Jika ada potensi penularan maka diminta untuk segera melakukan pengasapan dan peningkatan 3M plus.
“Dari sebelum ada Corona kan kita terus lakukan pencegahan. Adanya wabah ini tidak menganggu jumantik untuk tetap melaksanakan tugasnya,” kata Didik, saat dikonfirmasi Senin (18/05/2020)
Sementara itu, kasus DBD menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota setiap tahunnya, karena dari 21 kelurahan hanya tiga yang tidak endemis DBD yaitu Kelurahan Tlumpu, Karangsari, dan Sukorejo.(kir)
Berita Populer
by Admin Kota | 18 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 25 Oct 2023
by Admin Kota | 24 Oct 2023
by Admin Kota | 20 Oct 2023
by Admin Kota | 18 Oct 2023